Selasa , 11 Desember 2018
Breaking News
Home » Berita » 600 hektar areal sawah di Kab.Cirebon terancam kekeringan

600 hektar areal sawah di Kab.Cirebon terancam kekeringan

berita_176890_800x600_Kabid_Tanaman_Pangan_Distanbunakhut_Kab.Crb_

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KBRN, Cirebon : Kekeringan di musim kemarau menjadi ancaman serius bagi petani di Kabupaten Cirebon termasuk daerah lumbung padi.

Data terkini yang tercatat di Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon sedikitnya ada 5 kecamatan mengalami

kekeringan meliputi Kecamatan Ciwaringin 139 hektar, Gempol 135 hektar, Klangenan 400 hektar, Astanajapura 5 hektar serta Kecamatan Pangenan 34 hektar dengan rata-rata umur padi antara 40 hingga 50 hari.

Hal itu disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perekebunan, Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, H. Baban, BE kepada RRI, diruang kerjanya, Selasa (23/6/2015).

Menurut Baban untuk Mengantisipasi ancaman kekeringan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PSDAP.

“Antisipasi kami dilapangan mungkin salah satunya kita koordinasi dengan dinas pengairan untuk mengatasi yang terancam kekeringan atau kedua dengan membuat sumur-sumur dangkal atau sumur pantek. Itu juga tidak semua bisa untuk membuat sumur salah satunya mungkin daerah barat itu jelas ga bisa pinggir laut tapi salah satunya ada sebagian wilayah timur itu bisa untuk membuat sumur dalam atau sumur pantek,” ujar Baban.

Diakui Baban, areal persawahan di Kabupaten Cirebon setiap musim kemarau akan selalu terancam kekeringan dan solusi yang baik untuk menyelesaikannya hanyalah difungsikannya Bendung Rentang dan Waduk Jati Gede.

“Kabupaten Cirebon itu tidak mempunyai mata air hanya mengandalkan dari Majalengka, Kuningan dan plus segera selesai Waduk Jati Gede, Insya Allah untuk daerah rentang akan surplus lah petaninya karena salah satu Bendung Rentang kurang lebih 40 hektar dari areal Kabupaten Cirebon itu airnya mengandalkan dari Bendung Rentang dan Waduk Jati Gede,” sambungnya.

Baban menambahkan, dari luas areal tanam di Kabupaten Cirebon sekitar 50 ribu hektar lebih, dan 600 hektarnya terancam kekeringan. Namun, ada pula daerah yang dibiarkan tidak tanam atau gagal tanam seperti di Kecamatan Gegesik.

Menurut Baban, informasi yang didapat rencana per 1 Agustus 2015, Bendung Rentang dan Waduk Jati Gede mulai dioperasikan. Bagi areal persawahan yang sudah terlanjur ditanami, tegas Baban, pihaknya meminta petani segera melapor ke Distanbunakhut dan akan dievaluasi kembali serta dicek ke lapangan.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau agar petani tidak memaksakan diri untuk tanam padi walaupun telah mempunyai persediaan air. (yul/WDA)