Sabtu , 20 Oktober 2018
Breaking News
Home » Berita » Bangunan dan Pemukiman » Bangunan Liar Pinggir Jalan Harus Dikosongkan

Bangunan Liar Pinggir Jalan Harus Dikosongkan

1228939748_p
Fajarnews.com, CILEDUG – Jelang memasuki bulan rhamadlan 1437 H Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Cirebon melayangkan surat teguran pertama kepada seluruh pemilik bangunan yang berada di sepanjang jalur jalan Ciledug kabupaten Cirebon kamis (4/6) untuk segera mengosongkan dan membongkar bangunannya dan jika tidak mengindahkan surat teguran tersebut terhitung sebelas hari mendatang akan dilakukan pembongkaran paksa yang akan dilakukan oleh petugas Satpol PP.

Kasatpol PP kabupaten Cirebon Harry Safary melalui kabid Ketertiban Diding Ruhadi dalam kegiatan tersebut mengatakan, operasi yangbdilakukannya merujuk kepada Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, perda kabupaten Cirebon nomor 3 tahun 1987 tentang Keindahan, Kebersihan dan Ketertiban (K3) dan surat dari kepolisian resort Cirebon perihal penertiban dan pembinaan serta juga laporan aduan warga yang merasa resah atas aktifitas warung-warung disepanjang bahu jalan yang dinilai mengganggu dan bahkan disinyalir dipergunakan untuk kegiatan mesum.

“kebetulan juga kita menjelang bulan rhamadlan selain kita melakukan teguran untuk melakukan pembongkaran juga sekaligus melakukan rajia warung-warung tersebut yang diduga untuk kegiatan mesum, “terangnya.

Menurutnya, pemberitahuan kepada para pemilik bangunan liar disepanjang bahu jalan untuk segera melakukan pembongkaran tersebut menurutnya dilakukan diseluruh wilayah kabupaten Cirebon terutma jalan protokol yang dipergunakan sebagai jalur arus mudik dan timnya bekerja dibagi menjadi dua pertama di kabupaten Cirebon bagian barat dan tim yang dipimpinnya beroperasi diwilayah kabupaten Cirebon wilayah timur.

“kita bagi dua tim dibarat dan di timur, untuk timur sendiri kita lakukan pemberitahuan pembongkaran untuk para pemilik bangunan liar disepanjang jalan darai terminal Ciledug menuju Losari. “jelas Diding.

Diterangkan Diding, surat pembritahuan itu berlaku ebagai teguran pertama dan berjarak 7 hari, jika memang masih belum dilakukan pembongkaran akan dilayangkan kembali surat teguran kedua dengan jangka waktu 3 hari dan jika masih juga membandel maka akan diterbitkan peringatan terakhir hanya berlaku sehari.

“kita berikan toleransi kepada para pemilik bangunan liar totalnya setelah 11 hari jika memang tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan maka pihak Satpol PP akan langsung melakukan eksekusi pembongkaran. “tegasnya.

Sementara untuk rajia sendiri dilaporkan, dari dua kecamatan yang dikunjungi yaitu kecamatan Pangenan dan kecamatan Ciledug tidak ditemukan aktifitas ataupun orang-orang yang disinyalir para pekerja sek komersial dan beberapa warung diantaranya juga masih banyak yang masih tutup, namun beberapa warung remang-remang yang berada dipinggir jalan dan ada semacam penyedian kamar yang diduga untuk kegiatan mesum, pihaknya telah mengintruksikan kepada pemilik warung untuk segera membongkarnya.

“informasi dari tetangga pemilik warung bahwa aktifitas mulai ada ketika menjelang sore hari, namun operasi ini akan kita terus secara rutin dilakukan tetapi jadwal waktunya belum kita tentukan, namun yang pasti akan kita lakukan terus sampai bulan rhamadlan mendatang. “pungkasnya. (NAW)